Rabu, 12 Oktober 2016

ETIKA PROFESI

Etika
 Menurut James J. Spillane SJ, Etika adalah mempertimbangkan atau memperhatikan tingkah laku manusia dalam mengambil suatu keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih mengarah pada penggunaan akal budi manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salahnya serta tingkah laku seseorang kepada orang lain.

Profesi
Profesi adalah suatu pekerjaan tertentu yang membutuhkanpelatihan terhadap suatu pengetahuan khusus. Profesi biasanyamemiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensiyang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi yaitu padabidang hukum, kedokteran, keuangan, militer,teknik dan desainer.Sejalan dengan pengertian diatas, Prayitno dan Erman Amti (2004: 38) menjelaskan juga bahwa “profesi adalah suatu pekerjaanatau atau jabatan yang menuntut keahlian dari para petugasnya”. Sementara dalam Dirjen Dikti Depdiknas (2004:5) juga dijelaskan bahwa “profesi merupakan pekerjaan atau karir yang bersifat pelayanan bantuan keahlian dengan tingkat ketepatan yang tinggi untuk kebahagiaan pengguna berdasarkan norma-norma yang berlaku”.

Etika Profesi
Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. Kode etik profesi adalah sistem norma, nilai dan aturan professsional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.


Prinsip-prinsip dalam Etika Profesi
  • Prinsip Standar Teknis, profesi dilakukan sesuai keahlian
  • Prinsip Kompetensi, melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya, kompetensi dan ketekunan
  • Prinsip Tanggungjawab, profesi melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional
  • Prinsip Kepentingan Publik, menghormati kepentingan publik
  • Prinsip Integritas, menjunjung tinggi nilai tanggung jawab professional
  • Prinsip Objektivitas, menjaga objektivitas dalam pemenuhan kewajiban
  • Prinsip Kerahasiaan, menghormati kerahasiaan informasi
  • Prinsip Prilaku Profesional, berprilaku konsisten dengan reputasi profesi
         Lingkungan Bisnis yang Mempengaruhi Etika
Lingkungan bisnis yang mempengaruhi etika adalah lingkungan makro dan lingkungan mikro. Lingkungan makro yang dapat mempengaruhi kebiasaan yang tidak etis yaitu bribery, coercion, deception, theft, unfair dan discrimination. Maka dari itu dalam perspektif mikro, bisnis harus percaya bahwa dalam berhubungan dengan supplier atau vendor, pelanggan dan tenaga kerja atau karyawan. ”Etika bisnis merupakan pola bisnis yang tidak hanya peduli pada profitabilitasnya saja, tapi juga memerhatikan kepentingan stakeholder-nya. Etika bisnis tidak bisa terlepas dari etika personal, keberadaan mereka merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dan keberadaannya saling melengkapi. Etika bisnis sesorang merupakan perpanjangan moda-moda tingkah lakunya atau tindakan-tindakan konstan, yang membentuk keseluruhan citra diri atau akhlak orang itu. Etika bisnis merupakan salah satu bagian dari prinsip etika yang diterapkan dalam dunia bisnis. Istilah etika bisnis mengandung pengertian bahwa etika bisnis merupakan sebuah rentang aplikasi etika yang khusus mempelajari tindakan yang diambil oleh bisnis dan pelaku bisnis. Beberapa faktor yang mempengaruhi harapan publik (etik) pada lingkungan bisnis :
- Physical Kualitas dari udara dan air terjaga
- Moral Keinginan bersikap adil
- Financial malfeasance Banyaknya perbuatan yang memalukan (skandal)
- Economic Kesalahan memberikan dorongan untuk bangkit
- Competition Tekanan dan dorongan global
- Bad judgement Kesalahan operasi, keringanan bagi kalangan eksekutif
- Activist stakeholders Etika investor, pelanggan dan lingkungan
- Synergy Perubahan yang sukses
- Institutional reinforcement Hukum baru
Etika Yang Harus Ditaati Dala Kantor Akuntan Publik
Ada lima aturan etika yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia-Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP). Lima aturan etika itu adalah:
1. Independensi, Integritas, Dan Obyektivitas
  • Independensi. 
Dalam menjalankan tugasnya anggota KAP harus selalu mempertahankan sikap mental independen di dalam memberikan jasa profesional sebagaimana diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik yang ditetapkan oleh IAI. Sikap mental independen tersebut harus meliputi independen dalam fakta (in facts) maupun dalam penampilan (in appearance)
  • Integritas dan Objektivitas.
Dalam menjalankan tugasnya anggota KAP harus mempertahankan integritas dan objektivitas, harus bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest) dan tidak boleh membiarkan faktor salah saji material (material misstatement) yang diketahuinya atau mengalihkan (mensubordinasikan) pertimbangannya kepada pihak lain.
2. Standar Umum Dan Prinsip Akuntansi
a)      Standar Umum.
Anggota KAP harus mematuhi standar berikut ini beserta interpretasi yang terkait yang dikeluarkan oleh badan pengatur standar yang ditetapkan IAI:
·         Kompetensi Profesional.
·         Kecermatan dan Keseksamaan Profesional.
·         Perencanaan dan Supervisi.
·         Data Relevan yang Memadai.
·         Kepatuhan terhadap Standar.
         
b)      Prinsip-Prinsip Akuntansi.
              Anggota KAP tidak diperkenankan:
                                    I.            Menyatakan pendapat atau memberikan penegasan bahwa laporan keuangan atau data keuangan lain suatu entitas disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau
                                 II.            Menyatakan bahwa ia tidak menemukan perlunya modifikasi material yang harus dilakukan terhadap laporan atau data tersebut agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku, apabila laporan tersebut memuat penyimpangan yang berdampak material terhadap laporan atau data secara keseluruhan dari prinsip-prinsip akuntansi yang ditetapkan oleh badan pengatur standar yang ditetapkan IAI. Dalam keadaan luar biasa, laporan atau data mungkin memuat penyimpangan seperti tersebut diatas. Dalam kondisi tersebut anggota KAP dapat tetap mematuhi ketentuan dalam butir ini selama anggota KAP dapat menunjukkan bahwa laporan atau data akan menyesatkan apabila tidak memuat penyimpangan seperti itu, dengan cara mengungkapkan penyimpangan dan estimasi dampaknya (bila praktis), serta alasan mengapa kepatuhan atas prinsip akuntansi yang berlaku umum akan menghasilkan laporan yang menyesatkan.
3. Tanggung Jawab Kepada Klien
Informasi Klien yang Rahasia.
Anggota KAP tidak diperkenankan mengungkapkan informasi klien yang rahasia, tanpa persetujuan dari klien. Ketentuan ini tidak dimaksudkan untuk:
  • Membebaskan anggota KAP dari kewajiban profesionalnya sesuai dengan   aturan etika kepatuhan terhadap standar dan prinsip-prinsip akuntansi. 
  • Mempengaruhi kewajiban anggota KAP dengan cara apapun untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku seperti panggilan resmi penyidikan pejabat pengusut atau melarang kepatuhan anggota KAP terhadap ketentuan peraturan yang berlaku. 
  • Melarang review praktik profesional (review mutu) seorang Anggota sesuai dengan kewenangan IAI atau
Fee Profesional 
Besaran Fee
                 Besarnya fee Anggota dapat bervariasi tergantung antara lain : risiko penugasan, kompleksitas jasa yang diberikan, tingkat keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan jasa tersebut, struktur biaya KAP yang bersangkutan dan pertimbangan profesional lainnya. Anggota KAP tidak diperkenankan mendapatkan klien dengan cara menawarkan fee yang dapat merusak citra profesi.
       Fee Kontinjen
          Fee kontinjen adalah fee yang ditetapkan untuk pelaksanaan suatu jasa profesional tanpa adanya fee yang akan dibebankan, kecuali ada temuan atau hasil tertentu dimana jumlah fee tergantung pada temuan atau hasil tertentu tersebut. Fee dianggap tidak kontinjen jika ditetapkan oleh pengadilan atau badan pengatur atau dalam hal perpajakan, jika dasar penetapan adalah hasil penyelesaian hukum atau temuan badan pengatur. Anggota KAP tidak diperkenankan untuk menetapkan fee kontinjen apabila penetapan tersebut dapat mengurangi indepedensi.

4. Tanggung jawab kepada rekan seprofesi
  • Tanggung jawab kepada rekan seprofesi.Anggota wajib memelihara citra profesi, dengan tidak melakukan perkataan dan perbuatan yang dapat merusak reputasi rekan seprofesi.
  •  Komunikasi antar akuntan publik. Anggota wajib berkomunikasi tertulis dengan akuntan publik pendahulu bila menerima penugasan audit menggantikan akuntan publik pendahulu atau untuk tahun buku yang sama ditunjuk akuntan publik lain dengan jenis dan periode serta tujuan yang berlainan. Akuntan publik pendahulu wajib menanggapi secara tertulis permintaan komunikasi dari akuntan pengganti secara memadai. 
5. Tanggung jawab dan praktik lain
  • Perbuatan dan perkataan yang mendiskreditkan.Anggota tidak diperkenankan melakukan tindakan dan/atau mengucapkan perkataan yang mencemarkan profesi.
  • Iklan, promosi dan kegiatan pemasaran lainnya.Anggota dalam menjalankan praktik akuntan publik diperkenankan mencari klien melalui pemasangan iklan, melakukan promosi pemasaran dan kegiatan pemasaran lainnya sepanjang tidak merendahkan citra profesi.   
  • Komisi adalah imbalan dalam bentuk uang atau barang atau bentuk lainnya yang diberikan atau diterima kepada/dari klien/pihak lain untuk memperolah penugasan dari klien/pihak lain.Anggota KAP tidak diperkenankan untuk memberikan/menerima komisi apabila pemberian/penerimaan komisi tersebut dapat mengurangi independensi.
  • Fee referal (rujukan) adalah imbalan yang dibayarkan/diterima kepada/dari sesama penyedia jasa profesional akuntan publik. Fee referal (rujukan) hanya diperkenankan bagi sesama profesi. 
Contoh Kasus yang Berhubungan dengan Etika Profesi Akuntansi beserta Solusi
Kasus KAP Anderson dan Enron Kasus KAP Anderson dan Enron terungkap saat Enron mendaftarkan kebangkrutannya ke pengadilan pada tanggal 2 Desember 2001. Saat itu terungkap, terdapat hutang perusahaan yang tidak dilaporkan, yang menyebabkan nilai investasi dan laba yang ditahan berkurang dalam jumlah yang sama. Sebelum kebangkrutan Enron terungkap, KAP Anderson mempertahankan Enron sebagai klien perusahaan dengan memanipulasi laporan keuangan dan penghancuran dokumen atas kebangkrutan Enron, dimana sebelumnya Enron menyatakan bahwa periode pelaporan keuangan yang bersangkutan tersebut, perusahaan mendapatkan laba bersih sebesar $ 393, padahal pada periode tersebut perusahaan mengalami kerugian sebesar $ 644 juta yang disebabkan oleh transaksi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh Enron.
Solusi :
Kecurangan yang dilakukan oleh Arthur Andersen telah banyak melanggar prinsip etika profesi akuntan diantaranya yaitu melanggar prinsip integritas dan perilaku profesional. KAP Arthur Andersen tidak dapat memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik sebagai KAP yang masuk kategoti The Big Five dan tidak berperilaku profesional serta konsisten dengan reputasi profesi dalam mengaudit laporan keuangan dengan melakukan penyamaran data. Selain itu Arthur Andesen juga melanggar prinsip standar teknis karena tidak melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Solusi dari kasus di atas adalah seharusnya KAP Anderson dan Enron harus melaporkan hasil dari laporan keuangan tersebut kepada pihak yang bertanggung jawab atas laporan keuangan di perusahaan sehingga tidak terjadi kerugian yang sangat besar. 
 sumber : 
 

Kamis, 04 Agustus 2016

Problem Vocabulary and Prepositions

Problem Vocabulary and Prepositions


Definition: Prepositions are a class of words that indicate relationships between nouns, pronouns and other words in a sentence. Most often they come before a noun. They never change their form, regardless of the case, gender etc. of the word they are referring to.

Some common prepositions are:

about
above
across
after
against
along
among
around
at
before
behind
below
beneath
beside
between
beyond
but
by
despite
down
during
except
for
from
in
inside
into
like
near
of
off
on
onto
out
outside
over
past
since
through
throughout
till
to
toward
under
underneath
until
up
upon
with
within
without.

Prepositions typically come before a noun:
For example:

* after class
* at home
* before Tuesday
* in London
* on fire
* with pleasure

A preposition usually indicates the temporal, spatial or logical relationship of its object to the rest of the sentence.
For example:

* The book is on the table.
* The book is beside the table.
* She read the book during class.


In each of the preceding sentences, a preposition locates the noun "book" in space or in time.

Prepositions are classified as simple or compound.

Simple prepositions
Simple prepositions are single word prepositions. These are all showed above.
For example:

* The book is on the table.

Compound prepositions
Compound prepositions are more than one word. in between and because of are prepositions made up of two words - in front of, on behalf of are prepositions made up of three words.

For example:

* The book is in between War and Peace and The Lord of the Rings.
* The book is in front of the clock.

Examples:

* The children climbed the mountain without fear.
* There was rejoicing throughout the land when the government was defeated.
* The spider crawled slowly along the banister.


Source :

http://yebeblog.blogspot.co.id/

Subject – Verb Agreement

Subject – Verb Agreement


Basic Rule. A singular subject (she, Bill, car) takes a singular verb (is, goes, shines), whereas a plural subject takes a plural verb.
Example: 
The list of items is/are on the desk.

If you know that list is the subject, then you will choose is for the verb.


Rule 1. A subject will come before a phrase beginning with of. This is a key rule for understanding subjects. The word of is the culprit in many, perhaps most, subject-verb mistakes.


Hasty writers, speakers, readers, and listeners might miss the all-too-common mistake in the following sentence:

Incorrect: A bouquet of yellow roses lend color and fragrance to the room.
Correct: A bouquet of yellow roses lends . . . (bouquet lends, not roses lend)

Rule 2. Two singular subjects connected by or, either/or, or neither/nor require a singular verb.
Examples:

My aunt or my uncle is arriving by train today.
Neither Juan nor Carmen is available.
Either Kiana or Casey is helping today with stage decorations.


Rule 3. The verb in an or, either/or, or neither/nor sentence agrees with the noun or pronoun closest to it.
Examples:

Neither the plates nor the serving bowl goes on that shelf.
Neither the serving bowl nor the plates go on that shelf.

This rule can lead to bumps in the road. For example, if I is one of two (or more) subjects, it could lead to this odd sentence:

Awkward: Neither she, my friends, nor I am going to the festival.
If possible, it's best to reword such grammatically correct but awkward sentences.

Better:

Neither she, I, nor my friends are going to the festival.
OR
She, my friends, and I are not going to the festival.


Rule 4. As a general rule, use a plural verb with two or more subjects when they are connected by and.
Example: 
A car and a bike are my means of transportation.
But note these exceptions:

Exceptions:

Breaking and entering is against the law.
The bed and breakfast was charming.

In those sentences, breaking and entering and bed and breakfast are compound nouns.

Rule 5a. Sometimes the subject is separated from the verb by such words as along with, as well as, besides, not, etc. These words and phrases are not part of the subject. Ignore them and use a singular verb when the subject is singular.
Examples:

The politician, along with the newsmen, is expected shortly.
Excitement, as well as nervousness, is the cause of her shaking.


Rule 5b. Parentheses are not part of the subject.
Example: Joe (and his trusty mutt) was always welcome.
If this seems awkward, try rewriting the sentence.

Rule 6. In sentences beginning with here or there, the true subject follows the verb.
Examples:

There are four hurdles to jump.
There is a high hurdle to jump.
Here are the keys.


Rule 7. Use a singular verb with distances, periods of time, sums of money, etc., when considered as a unit.
Examples:

Three miles is too far to walk.
Five years is the maximum sentence for that offense.
Ten dollars is a high price to pay.

BUT
Ten dollars (i.e., dollar bills) were scattered on the floor.


Rule 8. With words that indicate portions—e.g., a lot, a majority, some, all—Rule 1 given earlier in this section is reversed, and we are guided by the noun after of. If the noun after of is singular, use a singular verb. If it is plural, use a plural verb.
Examples:

A lot of the pie has disappeared.
A lot of the pies have disappeared.
A third of the city is unemployed.
A third of the people are unemployed.
All of the pie is gone.
All of the pies are gone.
Some of the pie is missing.
Some of the pies are missing.


Rule 9. With collective nouns such as group, jury, family, audience, population, the verb might be singular or plural, depending on the writer's intent.
Examples:

All of my family has arrived OR have arrived.
Most of the jury is here OR are here.
A third of the population was not in favor OR were not in favor of the bill.


Rule 10. The word were replaces was in sentences that express a wish or are contrary to fact:
Example: If Joe were here, you'd be sorry.
Shouldn't Joe be followed by was, not were, given that Joe is singular? But Joe isn't actually here, so we say were, not was. The sentence demonstrates the subjunctive mood, which is used to express things that are hypothetical, wishful, imaginary, or factually contradictory. The subjunctive mood pairs singular subjects with what we usually think of as plural verbs.

Examples:

I wish it were Friday.
She requested that he raise his hand. 


source

http://www.grammarbook.com/grammar/subjectVerbAgree.asp

Modal Auxiliary

Modal Auxiliary 

Modal auxiliary adalah sekelompok kata bantu yang merupakan bagian dari auxiliary yang memberikan tambahan arti pada suatu kalimat. Modal auxiliary antara lain:

Present Tense:
Can, may, will, shall, must, need, ought to, dare
Past Tense:
Could, might, should

Aturan penggunaan modal auxiliary:

1. Kata kerja tidak boleh ditambah dengan –s/es, jika terdapat modal auxiliary.
  • He can makes a fruit cake. (salah)
  • He can make a fruit cake. (benar)
  • Katty must goes to her office right now. (salah)
  • Katty must go to her office right now. (benar)


2. Antara kata modal auxiliary dengan kata kerja tidak boleh dihubungkan dengan “to”
  • They can to take this paper to that room. (salah)
  • They can take this paper to that room. (benar)


3. Jika modal auxiliary bentuk lampau maka kata kerja yang digunakan harus kata kerja bentuk pertama (infinitive).
  • They could sang at the karaoke until midnight. (salah)
  • They could sing at the karaoke until midnight. (benar)


4. Kalimat tanya (interrogative sentence) dibentuk dengan menempatkan modal auxiliary di depan kalimat.
  • Can your father speak English well?
  • Could you contact him last night?


5. Kalimat menyangkal (negative sentence) dibentuk dengan menambahkan not sesudah modal auxiliary.
Would, must, can, need, could, should, dengan not sering ditulis dalam bentuk singkat (contraction form), yaitu shouldn’t, can’t, couldn’t, mustn’t, wouldn’t dan needn’t.

will dan would biasanya disingkat menjadi ‘ll dan ‘d.
  • She’ll call him back after dinner.


Jika shall not dan will not ditulis dalam bentuk singkat menjadi shan’t” dan “won’t.
  • Mother won’t give the money unless you beg her to give you some money
  • Mother shan’t give the money unless you beg her to give you some money


Jika can dan not tidak ditulis dan bentuk singkat (contraction form), can not dijadikan satu kata, yaitu cannot.

Untuk membentuk question taq, modal auxiliary ditempatkan di belakang kalimat.
  • Jessica can study the math, can’t she?
  • You could see him last night, couldn’t you? 
Source

http://www.ef.co.id/englishfirst/englishstudy/modal-auxiliary-dalam-bahasa-inggris.aspx